Momentum, take it or LEAVE IT

Momentum, take it or leave it

Pernah denger band yang namanya Boyce Avenue?

Buat teman-teman yang sering mampir ke situs penyedia video terbesar youtube, pastilah cukup familiar dengan nama ini. Channel mereka adalah channel dengan jumlah kunjungan terbanyak untuk band independen.

Lalu seberapa familiarkah anda dengan lagu-lagu yang mereka mainkan? Lucunya ketika pertanyaan ini saya kemukakan di depan teman-teman, sebagian besar pastilah menjawab sangat familiar, tetapi dengan banyaknya lagu yang mereka cover(istilah di industri musik untuk memainkan kembali lagu milik orang/ band lain). Dan tahukah anda bahwa sebenarnya Boyce Avenue juga punya album dengan lagu orisinil mereka sendiri?. Kebanyakan orang hanya tahu boyce avenue dari lagu yang mereka cover, ironis.

Suatu waktu pula, saya pernah mencoba tanya ke teman apa dia punya referensi musisi baru buat saya coba cicipi. Dia menyebut satu nama, yang sekarang (tenar?) jadi salah satu anak didik Agnes Monica di reality show di suatu acara. Suaranya enak, jujur. Tipikal suara yang bikin cewek meleleh kayak Vidi Aldiano atau Afgan. Sayangnya, sekali lagi lagu-lagu yang dia nyanyikan adalah cover.

Fenomena cover memang bukanlah sesuatu yang asing, tapi keberadaannya sedikit banyak mengganggu saya. Eits jangan salah sangka, saya juga punya banyak lagu cover dari beberapa artis, bahkan mungkin lebih banyak dari teman-teman pembaca semua. Saya juga tak terlalu muluk-muluk untuk mengharapkan artis cover tersebut mempunyai karya orisinil mereka sendiri. Artis yang mencover lagu-lagu orang lain juga banyak, tapi yang menyanyikannya dengan interpretasi, cara menyanyi dan penjiwaan yang sesuai dengan karakter mereka tidaklah banyak. Saya hanya tak suka kalau diri mereka akhirnya tenggelam menjadi orang lain, padahal potensi mereka sendiri untuk mempunyai hits single(misalnya) akan bisa lebih mendongkrak keeksisan mereka secara musikalitas.

Boyce Avenue memang sudah punya album sendiri, tapi predikat mereka sebagai band cover terlanjur melekat. Sehingga mau tak mau sekarang mereka terus saja bergantung pada lagu yang mereka cover untuk ‘menjual’ nama mereka. Artis yang lain? Sebut saja misalnya Sam Tsui, artis yang juga tenar meng-cover lagu-lagu terkenal di Youtube. Sudah lama dia punya album, yang sayangnya isinya hanyaah lagu-lagu cover. Walaupun sekali lagi saya tekankan suara mereka-entah itu mas2 Boyce, Sam Tsui dst- enak, jati diri mereka sebagai musisi sedikit banyak tertutupi.

Para artis cover itu sejatinya memiliki satu kesempatan yang orang lain tidak punya, sesuatu yang orang intelek katakan sebagai momentum. Mereka punya momentum dengan banyaknya kunjungan orang untuk mendengarkan lagu yang mereka cover, tapi dalam banyak kasus mereka kehilangan momentum untuk menjadikan diri mereka tak sekedar tenar hanya karena cover mereka. Sebagai seorang musisi juga, saya merasa tak lengkap rasanya jika tak mampu membuktikan hasil karya kita pada orang lain. Wajar bukan?

Momentum menjadi penting karena kita tak pernah tahu kapan momentum itu datang, dan apabila terlewat akankah momentum itu datang lagi, kapan dan dimana? Mirip-mirip kayak kasus PDKT yang gagal karena kehilangan momentum, soalnya PDKTnya kelamaan sehingga lebih akrab sebagai sahabat, bukan pencinta, hohoho.

Pada akhirnya, ini hanyalah opini saya sendiri. Buat para penggemar lagu cover, mohon maaf, saya tak berupaya untuk menggeneralisir kalau artis2 itu kurang bagus. Saya harap ini menjadi kritik yang membangun buat mereka kalau syukur2 mampir kesini (berharap) .

Jadi, apa pendapat anda?

Oh, my God, I think I’m lost at sea
These silent waves are my company
And, I lost the line between the sky and sea
I’m wondering will the wind ever come for me.
Yeah.

‘Cause I don’t know, I don’t know where I am
Can you tell me, will I break or will I bend?
Will the wind ever come again?

I feel the sun coming up, rising from the east
I see the empire falling to her knees
I lost the line between her and me
My troubles are gone if the wind ever comes for me.
Yeah.

‘Cause I don’t know, I don’t know where I am
Can you tell me, will I break or will I bend?
Will the wind ever come again?

I dreamed I found the shoreline
You’re standing there
I dreamed I found you waiting.
You were waiting for me, waiting for me.

I try to kiss the emptiness,
I lost the line between the sky and sea
I feel the sun coming up, coming up, coming up, coming up

And I don’t know, I don’t know where I am
I will break or I will bend
Will the wind ever come again?

Yeah, yeah, yeah.

Lagu dari the fray-the wind. Tentang penantian yang tak tentu akan sebuah momentum perjumpaan.

Advertisements

Silahkan berkomentar...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s