Bermimpi dan berjuang, lagi dan lagi.

Cuma Tuhan dan Orang Tua yang tidak bisa dikalahkan.

~Evan Dimas

Tiga gol Evan Dimas meremukkan perjuangan Taeguk Warrior di Gelora Bung Karno. Tiga gol yang sangat manis, seakan menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia punya mimpi yang pantas dikejar, mimpi untuk menjadi negara yang lebih baik dalam pagelaran dunia sepakbola.

Korea?

Mengikuti perjuangan mereka sedari perhelatan AFF Cup Under-19, sudahlah bisa dilihat bahwa secara kemampuan, baik teknik, fisik serta mental dan semangat bertanding mereka sangatlah luar biasa. Top Notch.

Buat para penggemar sepakbola negara kita, mereka adalah angin segar yang menjadi jawaban atas dahaga pengakuan dunia atas keberadaan dan prestasi negara kita. Pelan-pelan mereka melangkahi capaian banyak pesepakbola negara kita yang gagal semenjak terakhir kali mengecap gelar juara 22 tahun yang lalu.

Banyak orang disekitarku, hampir semua malah pesimis dengan kemampuan Garuda Muda bertarung melawan Korea Selatan, sang pemegang rekor juara turnamen U-19 dengan 12 kali gelar, tapi tidak denganku. Bagiku, apa yang mereka hadirkan adalah sesuatu yang istimewa, tidak terbantahkan.

Pelatih Indra Syafri, juga salah satu faktor luar biasa yang menjadikan Garuda Muda bermain teramat cantik. Semangatnya ditularkan, hingga kerja kerasnya terbayarkan tuntas di AFF Cup U-19, dan kini penyisihan AFC Cup U-19.

Indra Syafri

Mereka percaya mimpi dan kerja keras bisa membawa Indonesia jadi lebih baik, bukan hanyasekedar limpahan materi dari hasil nampang di layar kaca sebagai bintang iklan. Mereka berjuang demi Indonesia, demi orang tua mereka. Bukan rahasia lagi kalau banyak punggawa Timnas U-19 yang keluarganya tidaklah seberuntung kebanyakan masyarakat Indonesia. Orang tua Evan Dimas Darmono bekerja sebagai satpam setelah sebelumnya hanya berjualan sayur keliling.

Jujur, mungkin gak aku saja yang menangis terharu melihat perjuangan mereka. Mungkin kalian juga, dan kita akan melihat impian mereka satu persatu terwujud suatu hari nanti. Sebagai bagian dari Indonesia, sebagai putra bangsa yang seakan dilupakan di dunia. Jujur, akupun malu, melihat kenyataan aku tak punya prestasi apapun seperti mereka.

Terima kasih Indra Syafri, Ravi Murdianto, Ruli Desrian, Dimas Sumantri, Febly Gushendra, M.Fatchurohman, Hansamu Yama Pranata, Mahdi Fahri Albaar, M.Sahrul Kurniawan, Putu Gede Juni Antara, Alqomar Tehupelasury, Evan DImas Darmono, Hendra Sandi Gunawan, M.Hargianto, Paulo O. Sitanggang, Zulfiandi, Dinan Yahdian Javier, M.Dimas Drajad, Ilham Udin Armaiyn, Maldini Palii, Muchlis Hadi Ning S. , Yabes Roni Malaifani, Dio Permana

Terima kasih adik-adikku, kami akan selalu dibelakang kalian, bukan sebagai beban, tapi sebagai pendorong saat kalian lelah, berteriak saat kalian terdiam, dan berbagi tangis bersama saat kita beranjak membuktikan kekuatan mimpi, lagi dan lagi. Satu hari nanti, pasti.

Advertisements

2 thoughts on “Bermimpi dan berjuang, lagi dan lagi.

Silahkan berkomentar...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s