Lebih baik diam?

ah, saya tak cukup bodoh untuk menyalak,

meski mendapati ruam bekas sabetan,

atau gurat luka yang menganga.

ah, saya tak cukup pintar untuk mencoba beriak,

setelah dikungkung orang macam setan,

yang lebih mirip serigala daripada manusia.

 

ah, saya lebih baik diam,

daripada teriak lalu dijejali koran,

untuk sarapan yang mengenyangkan.

 

Bodoh atau pintar?, ah sudahlah,

segalanya cuma berputar di kepala,

Tak berlanjut ke kepalan.

Biar sekedar jadi cerita,

saat mata mulai berjelaga,

dan surya lama tergantikan bulan.

Marlena –ย Tan Fang May’s case

Advertisements

16 thoughts on “Lebih baik diam?

    • Gak tau tuh gimana pola pikir mereka, kalo gitu emang mending kawin sama sansak, mau dibacok ato dibakar diem aja. Punya masalah gak diomongin dulu baik2 tp malah main tangan -__-“

Silahkan berkomentar...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s