Hello fellas

Hello fellas.. It’s been a while, huh?

Rasanya saya beneran bisa dianggap sudah murtad jadi blogger karena sudah beberapa waktu terakhir gak nyentuh blog kumuh ini. Bukan, bukan karena gak ada materi yang bisa dipake nulis, bukan pula karena males ngeblog.

Banyak yang udah terjadi akhir-akhir ini, sedikit banyak membuat saya terdistraksi dari kesukaan saya buat nulis. Toh buktinya, puisi dan tulisan masih saya hasilkan, cuma belum terpublish saja.

Yang lucu, saya juga sempat kehilangan akun wordpress ini, tak lain dan tak bukan adalah karena passwordnya kelupaan. Yah, mau gimana lagi, saya bukan tipikal orang yang hapal password kombinasi karakter-abjad-angka-spasi dll yang bejibun itu. Saya mengandalkan cookie browser saya, si rubah api buat menjaga saya tetep login di berbagai macam akun saya. Malangnya, waktu saya coba2 install browser turunan si rubah api yang sekuritasnya excellent, yang saya dapati malah semua cache, history dan cookie lenyap. I’m fooled….

Daripada ribet, yaudah rehat dulu aja dari dunia perblogingan. Yah walaupun pada akhirnya dorongan buat nulis tetep ada. Saya akan nulis lagi, tunggu saja.

Advertisements

Pidato Wisudawan Terbaik, Memukau tetapi Sekaligus “Menakutkan”

Catatanku

Setiap acara wisuda di kampus ITB selalu ada pidato sambutan dari salah seorang wisudawan. Biasanya yang terpilih memberikan pidato sambutan adalah pribadi yang unik, tetapi tidak selalu yang mempunyai IPK terbaik. Sepanjang yang saya pernah ikuti, isi pidatonya kebanyakan tidak terlalu istimewa, paling-paling isinya kenangan memorabilia selama menimba ilmu di kampus ITB, kehidupan mahasiswa selama kuliah, pesan-pesan, dan ucapan terima kasih kepada dosen dan teman-teman civitas academica.

Namun, yang saya tulis dalam posting-an ini bukan pidato wisudawan ITB, tetapi wisudawan SMA di Amerika. Beberapa hari yang lalu saya menerima kiriman surel dari teman di milis dosen yang isinya cuplikan pidato Erica Goldson (siswi SMA) pada acara wisuda di Coxsackie-Athens High School, New York, tahun 2010. Erica Goldson adalah wisudawan yang lulus dengan nilai terbaik pada tahun itu. Isi pidatonya sangat menarik dan menurut saya sangat memukau. Namun, setelah saya membacanya, ada rasa keprihatinan yang muncul (nanti saya jelaskan).Cuplikan…

View original post 2,517 more words