Langit Amat Indah

Lihatlah jauh,
Sejauh batas anganmu.
Apa yang kaucari, telah kau miliki
Bersamamu, tanpa kau sadari…

Kuyakin hujan kan berhenti
Terpana indahnya mentari
Kita yang menari, berlagu misteri
Yang tersingkap, tanpa tersadari

Yang kurasakan, tak mungkin kuingkari
Di langit ini, terlukis hatiku
Dan birunya semakin biru, takkan berhenti
Seluas yang takkan terperi dan kusadari
Memahami, bersamamu: langit amat indah

🙂

Advertisements

Hero In Me, Heroes In You

Buat yang udah kenal lama sama saya juga sahabat saya, mereka pasti mengerti dan sadar betul kalo saya sebenernya gak punya obsesi muluk-muluk. Yap, saya lebih berusaha untuk menjadi sebaik-baiknya orang tanpa adanya batasan obsesi. Sebagian orang yang mati-matian mengejar obsesinya lalu mendapatkannya, terkadang sudah merasa cukup, sebagian lagi stressed out karna obsesinya gak kesampaian, dll; but i won’t be one of them. Yah, obsesiku tumbuh, karena semakin dewasa kita, semakin banyak yang bisa kita raih, genggam atau wujudkan.

Tapi satu yang tak berubah semenjak saya kecil, adalah obsesi untuk jadi hero. Naif, konyol atau apalah itu sebutannya. Saya pengen menolong orang, melawan monster dan membawa kedamaian dan kehidupan yang lebih baik untuk mendapatkannya. Dan saat tumbuh dewasa, obsesi ini bahkan tumbuh semakin besar. Meski diakui, ngomongin soal hero cuma bakal diketawain dan dianggap gak dewasa banget, but this world needs them.
Continue reading

Momentary Setback : Syukur > Petaka

[Disclaimer simbol > : Syukur ngalahin petaka, Bukannya syukur terus jadi petaka :D]

3 hari lalu, sepulang maen dari kontrakannya abang preman uyab [posisi dia bapak buah, dan aku anak buah], bagian belakang motorku kayaknya bergetar heboh sendiri, padahal saat itu keadaannya rame. Masa iya belum maghrib udah disanggongi dedemit penunggu jalan?

Setelah mengecek dan memastikan kalo gak ada dedemit ato penyanyi-dangdut-kejar-setoran yang numpang, pandangan sontak beralih ke ban. Yah, ban belakangku dari tadi pagi rewel. Waktu numpang mandi di jacuzzi SPBU yang diselingi ama tatapan nista orang2 SPBU tadi pagipun, insiden ban kempes udah dirasain, padahal sorenya keadaannya masih kayak perut para polisi-kurang-olahraga, penuh. 😀

Continue reading